Basmallah

Sabtu, 25 Januari 2014

Menabur wewangian

Orang-orang yang berbuat kebajikkan, ibaratnya seperti bunga-bunga yang sedang mekar dan mengeluarkan bau harum mewangi..
Tercium dibawa angin kesana kemari.. siapa yang melintasi dan berada disekitarnya, maka merasakan sejuk, nyaman, harum dan merasakan keindahannya..

Namun apabila berada disekitar orang-orang yang berbuat keburukkan.. maka seakan-akan berada pada tempat yang kotor, bau, menakut...kan dan menjijikan.. sehingga banyak orang menjauhinya.. Oleh karena hal tersebut, maka janganlah sekali-kali kita berbuat keburukkan.. berbuatlah kebajikkan walaupun kecil sebatas kemampuan.. hal tersebut sama seperti sedang menabur wewangian.. sehingga sekitar kita akan merasakan nyaman dan banyak yang ingin mendekatinya..

Jumat, 24 Januari 2014

Menangis entah tak dimengerti

Aku menangis dalam kesendirian sepi..
Menangis terseduh-seduh dikesunyian hati..
Aku sendiri tidak mengerti..
Apa kini yang sedang terjadi..
Rasa itu datang silih berganti..
Seakan-akan ada yang mengingati..
Mencari kesana-kemari didalam hati..
Melihat sekeliling dan tidak memberi arti..
Mengapa ini selalu terjadi..
Sementara aku masih begini..
Jiwa pergi meninggalkan sanubari..
Menangkap pesan-pesan Illahi Robbi..
Sungguh ini jarang sekali terjadi..
Hanya diberi apabila dikehendaki..
Aku semakin jadi tidak mengerti..
Air mata terus saja mengalir membasahi pipi..
Jelang pagi mataharipun meninggi..
Semoga aku tidak salah mengerti..
Apa yang telah diberi sebagai bekal nanti..
Tuk menjadi manusia sejati..





Kehendak pemilik Rasa

Sesungguhnya manusia itu menderita(rasa susah, takut, gelisah, kuatir dst..), bukan karena kekurangan/tidak punya harta, kena penyakit, bencana, peperangan, ancaman, piutang, rasa tidak nyaman dst.. tetapi lebih kepada penyakit/rasa(tidak sehat) pada jiwanya.. dimana semua yang dianggap penderitaan tersebut sebenarnya bukan kehendak manusia.. tetapi kehendak sipemilik rasa dan yang menghadirkan semua hal tersebut untuk adanya rasa.., Oleh sebab itu jangan pernah meninggalkan atau mengabaikan si pemilik Rasa tersebut,yaitu Allah SWT. Semoga kita semua semakin hari semakin baik iman(kenyakinan) kepada Allah SWT. Amin yra..

Selasa, 21 Januari 2014

Menjadi negeri yang diimpi..

Aku berharap negeri ini tumbuh dan berkembang menjadi negeri yang diimpi.. bagaikan bunga melati.. yang tumbuh dan berkembang harum mewangi.. tercium sampai ke negeri seberang.. Negeri yang menjadi tauladan seantaro negeri.. banyak yang unik dan mempunyai ciri tersendiri.. pemimpinnya bijak tidak mementingkan diri.. rakyatnya makmur dan penuh religi.. Budaya negeri yang beragam seni.. Bahasa daerah beraneka ragam arti.. makanan tersaji berbagai rasa asli.. hasil tambang sangat mencukupi.. hasil laut berlimpah tanpa dibeli.. jangan biarkan negeri ini terus begini.. mari kita berpacu dari hari ke hari.. untuk selalu memperbaiki diri.. jangan biarkan negeri ini dijual beli.. kepada yang hanya mementingkan diri sendiri.. Semoga bencana kini sebagai indikasi.. untuk bangkit kembali sesuai cita-cita proklamasi..

Awan di atas sana bagaikan lautan luas..

Awan di atas sana bagaikan lautan luas..
Menyimpan banyak air yang tak kunjung habis..
Sudah berjuta-juta ditumpahkan namun tak kunjung usai..
Lautan air di langit membanjiri bumi berhari-hari..
bumi terendam hingga banjir disana-sini tak terkendali..
Andaikan manusia mengerti, tentu air tersebut tidak ditumpahkan ke bumi sedemikian rupa.. Andaikan manusia bisa.. tentu air hujan akan ditumpahkan ...ke daerah yang tandus dan kekeringan.. Namun itulah manusia yang tidak tau dan mengerti hakekat hujan yang ditumpahkan sedemikian rupa.. Adakah air sebanyak itu menjadi keberkahan.. atau air yang akan menjadi neraka baginya..
Bisakah hal ini menjadi kajian yang mendalam.. bahwa sesungguhnya manusia tidak akan lepas dari pengawasan PenciptaNYA.. Kalau ukuran perbuatan kebajikkan semata untuk penilaian dari sesama manusia..(tidak ada rasa takut kepadaNYA) maka pasti banyak yang melakukan pelanggaran.. dan kalau sudah demikian adanya, maka tidak hanya ada banjir air hujan.. yang ada adalah banjir malapetaka si seluruh negeri.. terjadi banyak kerugian, kematian dan kengerian dimana-mana..
Mari kembali kita bertobat dan panjatkan do'a, bahwa sesungguhnya manusia sangatlah lemah dan tak berdaya.. Allah SWT sedang menerpa semua mahluknya.. agar jangan pernah meninggalkanNYA..

Ada tiga analisa untuk mencari penyebab terjadinya bencana

Ketika terjadi bencana alam, paling tidak ada tiga analisa yang sering diajukan untuk mencari penyebab terjadinya bencana tersebut.
Pertama, azab dari Allah karena banyak dosa yang dilakukan.
Kedua, sebagai ujian dari Tuhan.
Ketiga, Sunnahtullah dalam arti gejala alam atau hukum alam yang biasa terjadi.


Untuk kasus Indonesia ketiga analisa tersebut semuanya mempunyai kemungkinan yang sama besarnya.

Jika bencana dikaitkan dengan dosa-dosa bangsa ini bisa saja benar, sebab kemaksiatan sudah menjadi kebanggaan baik di tingkat pemimpin (struktural maupun kultural) maupun sebagian rakyatnya, perintah atau ajaran agama banyak yang tidak diindahkan, orang-orang miskin diterlantarkan. 

Maka ingatlah firman Allah:
”Jika Kami menghendaki menghancurkan suatu negeri, Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah (berkedudukan untuk taat kepada Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan daiam negeri tersebut, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya,” (Al-Isra’[17]: 16).

Sabtu, 18 Januari 2014

Tidak termasuk orang yang merugi


Hitam putih.. baik buruk.. ada yang membangun dan ada pula yang merusak.. ada yang berbuat kebaikan dan ada pula yang berbuat kejahatan.. semua didatangkan berdampingan.. agar tetap terjaga keseimbangan.. seperti itu adanya.. tidak akan lenyap hingga Allah SWT menghendakinya..
Seperti ada pagi.. ada malam.. dan seterusnya..  Lihat sejarah.. bagaimana kebaikan disampaikan oleh para Nabi dan Rosul..kepada kaum-kaumnya.. tidak serta merta kejahatan tersebut hilang lenyap..
bahkan setelahnya.. tumbuh dan berkembang kembali.. Allah SWT mendatangkan itu semua agar dunia tempat/terpaan/pengasah manusia-manusia yang dikehendakinya.. bahkan kita sendiri tidak mengetahui bahwa sesungguhnya musuh kita adalah diri kita sendiri.. dimana harus memerangi hawa nafsu/syahwat dari keinginan yang tidak kita sadari mengantar kita kepada kesesatan/kekufuran..
Mari kita panjatkan do'a KepadaNYA..
agar kita semua tidak termasuk orang-orang yang merugi..
dan diakui sebagai umat Nabi Muhammad SAW dan mendapatkan syafa'at Rasululloh kelak.. Amin yra..

Kesibukan yang menerpa


Dalam usia sekarang.. banyak sudah yang dilalui..
Rasanya tidak ada lagi keinginan(angan-angan)..
Kesibukan-kesibukan yang menerpa.. serasa tidak memberi ruang..
yang ada hanyalah memikirkan dari kesibukan itu sendiri..
Pikiran dan jasad terperangkap pada kesibukan..
yang ada pada pikiran hanyalah pekerjaan/duniawi saja..
hingga kadang dan sering melalaikan dari kewajiban-kewajiban..
Apalah daya.. manusia penuh dengan kealpaan dan kelalaian..
kesibukan dan kesenjangan waktu.. didatangkan kepadanya hakekatnya sama.. menerpa/dikondisikan.. apakah Dia tetap istiqomah atau malah semakin jauh dari NYA..
seolah-olah semua tidak terkendali.. 
Manusialah pengontrol/pengendali dari kesibukan itu semua..
sehingga dia termasuk manusia-manusia yang dikehendaki..
Sungguh merugi.. bila kita tidak mengetahui atau mengetahui namun terperangkat olehnya..
Semoga saya dan semua yang menyukai status ini tidak termasuk orang-orang yang lalai..
amin yra..

Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasihat yang baik..

Jangan tertipu dengan usia MUDA..
Karena syarat mati tidak mesti TUA..
Jangan terpedaya dengan tubuh badan SEHAT..
Karena syarat mati tidak mesti SAKIT..
Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasihat yang baik..

Walaupun tidak banyak orang yg memahamimu, Jadilah seperti jantung..
tidak terlihat tetapi terus berdenyut setiap saat hingga datang Ajal atau kematian..
AJAL Tak MengenaL Pangkat, Jabatan,Waktu dan Usia..

mudah-mudahan Hidup Kita diberi umur yg berkah dan bermanfaat..!

Sabtu, 11 Januari 2014

sungguh manusia terlalai dari Kuasa penciptaNYA..

Semakin rajin menabung.. maka semakin banyak yang bisa anda dapatkan kelak.. semakin sedikit kita menabung.. maka tentu akan sedikit hasil yang didapat kelak.. membiasakan diri itu memang berat.. apalagi melawan arus keinginan/kehendak/syahwat.. semakin kita bisa melawan keinginan/syahwat/nafsu.. maka akan semakin tinggi nilai yang diperoleh.. hasil itu tidak didapat dengan begitu saja.. harus ada... perlawanan dan perjuangan.. semakin tidak mengenakkan.. maka akan semakin bernilai dan memberikan nikmat yang sangat.. hanya saja manusia banyak yang tergoda dan tidak tahan dengan kesulitan dan kesengsaraan.. seakan-akan kesulitan/kesengsaraan itu datang sendiri saja tanpa ada yang mengatur/mengtakdirkan kepada manusia.. sungguh manusia terlalai dari Kuasa penciptaNYA..

jiwa dapat mengobati jasmani


Saat sakit datang menerpa.. akal pun bekerja.. mencari solusi untuk penyembuhan.. melakukan cara-cara untuk melawan sakit yang datang.. namun apa daya tubuhpun menjadi lemah.. pikiran terbang entah kemana.. Rohanipun bangkit melawan derita.. memanjatkan do'a agar disembuhkan.. dan memohon ampun segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.. saat hati/jiwa bisa melebur rasa salah/tobat atau pengampunan, maka tubuh/jasmani bangkit dari sakitnya.. dan siap berperang.. melawan derita.. dan akhirnya jasmani menjadi sehat kembali.. maka jiwa dapat mengobati jasmani yang sakit.. tapi sebaliknya jasmani tidak dapat mengobati jiwa yang sakit..

Berakit-rakit kehulu..

Berakit-rakit kehulu.. berenang-renang ketepian.. bersakit-sakit dahulu.. bersenang-senang kemudian.. Luar biasa makna dari pribahasa ini.. Apabila ada yang mau menyimaknya pasti akan mengerti makna yang terkandung didalamnya.. Bukan bersenang-senang dahulu.. kemudian bersakit-sakit setelah itu.. Begitulah Dunia ini.. kita harus tempuh dengan bersakit-sakit dahulu.. kemudian bersenang-senang kemudian.. setelah di alam Akhirat tentunya..

andaikan mereka yakin dengan PENCIPTANYA

Manusia diciptakan dengan rupa, watak, sifat, keragaman,latar belakang, budaya yang beragam dan unik, begitu pula dengan dengan mahluk lainnya selain manusia. Tidak ada yang melebihi satu dari yang lain. Semua adalah mahluk ciptaanNYA, yang harus tunduk kepada PenciptaNYA.. Namun ada sebagian ingin menjadi penguasa dari sebagian yang lain.. Melakukan penganiayaan, perampasan hak hidup dengan berbagai bentuk kejahatan.. Mengapa demikian.? Karena sebagian tidak merasa/tidak memiliki PenciptaNYA..andaikan mereka yakin dengan PENCIPTANYA, maka akan takut pada perbuatannya yang tidak terpuji tersebut..