Aku
tidak berani berkata-kata lagi.. Setiap perkataanku langsung menerpa
diri ini yang masih rapuh dan iman yang lemah.. Guru terbaik ada dalam
diri kita sendiri.. Mengajarkan bagaimana bersikap dalam menghadapi
kenyataan hidup didunia ini.. Baik Kelapangan atau kesulitan datangnya
sama untuk menerpa kita..
Dibuat sebagai kenangan pribadi. Awal penulisan dari tahun 2013 s/d 2026
Sabtu, 26 Juli 2014
Bagaikan seorang musafir
Hidup
didunia bagaikan seorang musafir yang mampir dari perjalan jauh.. Dunia
adalah tempat singgah sementara.. Janganlah terlalu lama terlena dengan
kenyamanan yang ditawarkan sehingga melupakan tujuan dari perjalanan
itu sendiri.. Karena dunia tempat singgah.. Maka ambillah sebagian atau
sebanyak-banyaknya bekal untuk melanjutkan tujuan perjalanan tersebut..
Layaknya dalam perjalanan.. Tentu yang dilalui bermacam ragam keadaan baik yang indah menyenangkan..hingga keadaan yang yang tidak mengenakkan.. Dimana kita harus berhati-hati.. keindahan dan ketidak enakkan yang dihadirkan untuk membangkitkan rasa kepadaNYA.. Seberapa berapa besar rasa itu ditujukan kepadaNYA..
Layaknya dalam perjalanan.. Tentu yang dilalui bermacam ragam keadaan baik yang indah menyenangkan..hingga keadaan yang yang tidak mengenakkan.. Dimana kita harus berhati-hati.. keindahan dan ketidak enakkan yang dihadirkan untuk membangkitkan rasa kepadaNYA.. Seberapa berapa besar rasa itu ditujukan kepadaNYA..
Langganan:
Postingan (Atom)