Basmallah

Selasa, 24 Desember 2024

Manfaatkan Waktu

Melihat bencana-bencana yang sedang terjadi disana-sini..
Tampak dan terang benderang maut senantiasa mengintai siapa saja..
Dapat datang seketika tanpa pemberitahuan/notice.
Demikian halnya pada kesehatan tubuh dan jiwa dalam laut kehidupan raga..  

Umur merupakan batas dan menjadi jatah hidup di dunia..
Jangan dihabiskan tanpa arti dan manfaat pada waktu yang ada..
Pada saatnya bila waktu mu telah habis, tiba maka selesai sudah kesempatan yang ada..

Jangan Merasa

Nasehat bagi semesta alam semesta dengan adanya terjadi malapetaka, musibah alam..
Sedangkan nasehat datang pada diri, dengan adanya sakit yang di derita, kesulitan, kegagalan dst..
yang tidak sesuai dan diinginkan..
Hal itu bukan lah hukuman, melainkan untuk menghadirkan rasa pada kesadaran jiwa..

Jangan pernah menganggap dirimu sudah menjadi orang baik dan alim..
Bilamana masih terdapat orang-orang di sekitar merasa tersakiti oleh sikap, gaya dan tindakan,
Perbuatan mu yang disadari atau tanpa disadari, maka perlu kehati-hatian..

Di Takar di Ukur

Tentu sangat kompleks bila kita menilai, beranggapan kepada orang lain..
Sebaiknya hisaplah, cari dahulu itu didalam diri sendiri sebelum menilai dengan apa yang dimaksud
Agar terbebas dari sak sangka sepihak yang menyesatkan jiwa..

Agar menjadi jelas bahwa keberhasilan pada seseorang itu bukan di takar atau di ukur dari sudut dengan apa yang dimiliki atau diperoleh, melainkan melalui dengan apa yang diberikan dan membawa manfaat..

Tercebak Langkah

Buatlah istanamu senyaman mungkin, agar betah tinggal, berada didalamnya..
Hindari godaan untuk bepergian yang hanya mengikuti kemauan syahwat..
Sementara rumahmu menjadi tak terurus bagai kuburan gelap, tak bercahaya..

Perkataan; bukan menikmati hidup, tetapi bagaimana menjalankan hidup
Apa adanya dengan sebaik-baiknya agar tak menjadi orang-orang yang merugi..
Diamana ia telah lalai dan tersesat dalam langkah-langkah yang mencebaknya..

Jangan Sampai Salah

Apabila mendapat pujian periksa dahulu, sebab hakekatnya pujian kepada Allah SWT
yang telah memberikan anugrah kepada yang dikehendakiNya saja..

Sebaliknya apabila mendapat lecehan, hinaan, tertekan, keburukan dst..

Pada hakekatnya itu sedang menguji keikhlasan, ketulusan dalam amal perberbuatan yang dilakukan..
Agar senantiasa hidup kesadarannya, bahwa hanya perlu penilaian Allah SWT semata..
Pujian atau celaan yang ada, datang sebagai takaran..

Apakah sudah melakukan perbuatan bermanfaat pada diri dan orang lain
sebagai keterkaitan atas perbuatan itu sendiri..

Optimalkan Anugrah Lahir Bathin

Besar tandanya syukur yang dirasakan dapat dilihat
melalui mata dalam perbuatan, tindakan dan pemanfaatan dengan apa
yang telah dianugrahkan lahir dan bathin kepada seseorang..
Kecendrungan senantiasa mengoptimalkan amalia dari perbuatannya..

Menjadikan diri sebagai solusi yang membawa manfaat kepada siapa saja..
Tak akan melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan kerusakan dari persoalan yang ada..
Kehadirannya dan keberadaannya senantiasa dirindukan, bukan dihindari..