Basmallah

Senin, 29 Oktober 2018

Bagaikan sedang menanam Pohon

Berbuat kebajikkan itu bagaikan seseorang yang sedang menanam pohon.. dan berbuah manis, enak di makan..
Dengan kata lain..Sementara pohon di tanam & tumbuh, lalu di rawat, di siram air..
dan diberi pupuk, agar subur..
Selanjutnya pohon tersebut harus di jaga, di rawat dari hama dan dari pengganggunya..

Oleh karena itu janganlah kita merusak sesuatu kebajikkan yang sudah kita tanam atau
pupuk dengan baik..
Hal tersebut bagaikan tanaman yang sedang tumbuh subur..
Oleh karena prilaku buruk, kita tebang atau di rusak.. sehingga menyebabkan tanaman
atau pohon belum sampai waktu berbuah.. sudah mati atau gagal berbuah..
sehingga kita pun tidak bisa menikmatinya..

Semoga kita tidak seperti orang yang sedang menanam tersebut. 
Dimana pohon ditanam dan di rusak sendiri.. 
akhirnya tidak mendapatkan apa-apa dari tanaman atau pohon tersebut.. (baca: perbuatan sia-sia)

Pengetahuan bagi yang bisa melihat perbedaan

Semakin kita bisa melihat perbedaan..
Semakin kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan pada orang lain..
Semakin kita mengetahui kebaikkan dan keburukkan orang lain..
Hakekatnya DIA yang Maha Besar sedang menunjukkan kepada kita, bahwa sesungguhnya pengetahuan tersebut agar kita bisa mengerti, memahami dan melakukan yang dikehendakiNYA..
Yaitu melakukan perbuatan terpuji..bukan sebaliknya, menyalahkan.. merendahkan.. menghujat.. menghukum..dst..

Seharusnya dengan pengetahuan tersebut kita menjadi lebih sabar.. menyanyangi.. mendoakan..
dan tidak melakukan hal yg sama.. sehingga akan terasa damai di hati/qolbu..

Semoga Allah SWT tidak membutakan hati kita.. Amin ya rabbal 'alamin...

Selasa, 16 Oktober 2018

Tidak Pema'af & Bijak

Manusia yg cenderung suka menyudutkan orang bersalah, adalah manusia yang tidak pemaaf & bijak.. Seakan-akan dia diliputi ketakutan dan dendam kusumat yang berlebihan..
Sekalipun yang bersalah sudah mengakui kesalahannya..

Menilai keburukkan orang lain dengan rasa yang dalam, tanpa ada rasa belas kasih..
Padahal dirinya sendiri sangat rapuh, apabila diuji/didatangkan masalah/persoalan yang sama.

Disadari atau tidak, kita cenderung suka menghakimi orang lain tanpa belas kasih..
Ujian/terpaan itu di datangkan kepada manusia dalam dua kondisi/keadaan..
Yaitu; keadaan baik dan buruk, lapang dan sempit.. sakit dan sehat.. kaya dan.miskin dst..

Hanya bagaimana manusia dapat mengendalikan dirinya di kedua kondisi tersebut, tanpa tergelincir jatuh ke dalam kerugian dan kehinaan..

Semoga kita semua selalu dapat waspada dari hal-hal yang tidak kita ketahui akibatnya..

Amin ya rabbal 'alamin..

Jangan Menghalangi

Jangan pernah menghalangi orang-orang yang sedang menuju kepadaNYA..
Lewat kebajikkan-kebajikkan yang diperbuatnya..

Seharusnya kita membantu atau setidaknya jika tidak bisa, dapat mengiringnya dengan doa..
bukan sebaliknya menghardik, mencibir, mengumpat, meremehkan bahkan menghalang-halanginya..

Apabila perbuatan buruk itu yang dilakukan, maka secara tidak langsung sudah menghalangi diri sediri dalam beribadah kepadaNYA.. 
Walau sekedar melihat, mendengar, mengirimkan doa atau tanpa perbuatan apa-apa..

Semoga kita semua senantiasa diberikan ampunan dan kebaikkan oleh ALLAH SWT..

Amin ya rabbal 'alamin..