Terlalu bodoh aku menanggapi rahmat Ramadhan yang diberikan Allah SWT..
Sehingga biasa-biasa saja aku menerima, menjalankannya..
Ternyata ini merupakan tali pengikat kasih/cinta Allah SWT kepada Manusia..
Pikirku ini hanya sebuah kewajiban ritual agama, sehingga orientasi sekedar berharap pada pahala dan surga saja.. Jelas terlihat wujud kebodohan, dimana sekedar membaca dengan akal pikiran.
Aku tidak pandai melihat maksud tujuan Allah SWT memberikan bulan ramadhan..
Sehingga setiap ramadhan terlewati begitu saja..
Tanpa kesan, makna & cinta yg dalam(baca: hambar)
Ketidaktahuanku bahwa ramadhan adalah bulan pengikat tali kasih, cinta yang dalam..
Yang seharusnya dinanti, dirindukan & dicintai, tak ingin dilewatkan begitu saja..
Dia berkehendak aku merasakan lapar, agar tumbuh subur rasa cinta kepada PenciptaNya..
DIA berkehendak aku merasakan lapar, agar tumbuh rasa kasih kepada sesama..
DIA berkehendak aku merasakan lapar, agar tumbuh kepedulian pada diri sendiri..
Dia berkehendak aku merasakan lapar, agar terjaga kembali kesehatanku..
Dia berkehendak aku merasakan lapar, agar kepekaanku semakin tajam & cerdas..
Betapa tumpul & bodohnya aku..!
Akal pikirku hanya melihat, sekedar pahala dan surga..
Ternyata ramadhan adalah bulan penuh limpahan rahmat yang tak terhingga..
Utama sebagai Ikatan cinta kasih dengan Illahi Robbi & Manusia, sebagai mahlukNYA..
Anggapanku di saat malam-malam ramadhan, itu hanya sebuah ajang ibadah dengan memperbanyak sholat & dzikir.. Serta berharap ganjaran pahala & mendapatkan Lailatul Qodar(setara 1000 bulan kebajikkan)
Ternyata..! Allah SWT ingin melihat bakti ketulusan, menghamba, menyembah kepadaNYA..
Senang bila malam-malam ramadhan dilalui dengan kepalaku ada dibawah, tangan mengadah keatas memohon. bersujud kepadaNYA..
Sesungguhnya itulah letak kemuliaan.. dimana ada hambaNya mau mengorbankan waktu & kesenangannya, istiqomah ibadah kepada yang Maha Mulia Robbil 'Alamiin..🙏🤲
Semoga bertambah taufik, hidayah serta iman kami..
Amin ya rabbal 'alamin..
Sehingga biasa-biasa saja aku menerima, menjalankannya..
Ternyata ini merupakan tali pengikat kasih/cinta Allah SWT kepada Manusia..
Pikirku ini hanya sebuah kewajiban ritual agama, sehingga orientasi sekedar berharap pada pahala dan surga saja.. Jelas terlihat wujud kebodohan, dimana sekedar membaca dengan akal pikiran.
Aku tidak pandai melihat maksud tujuan Allah SWT memberikan bulan ramadhan..
Sehingga setiap ramadhan terlewati begitu saja..
Tanpa kesan, makna & cinta yg dalam(baca: hambar)
Ketidaktahuanku bahwa ramadhan adalah bulan pengikat tali kasih, cinta yang dalam..
Yang seharusnya dinanti, dirindukan & dicintai, tak ingin dilewatkan begitu saja..
Dia berkehendak aku merasakan lapar, agar tumbuh subur rasa cinta kepada PenciptaNya..
DIA berkehendak aku merasakan lapar, agar tumbuh rasa kasih kepada sesama..
DIA berkehendak aku merasakan lapar, agar tumbuh kepedulian pada diri sendiri..
Dia berkehendak aku merasakan lapar, agar terjaga kembali kesehatanku..
Dia berkehendak aku merasakan lapar, agar kepekaanku semakin tajam & cerdas..
Betapa tumpul & bodohnya aku..!
Akal pikirku hanya melihat, sekedar pahala dan surga..
Ternyata ramadhan adalah bulan penuh limpahan rahmat yang tak terhingga..
Utama sebagai Ikatan cinta kasih dengan Illahi Robbi & Manusia, sebagai mahlukNYA..
Anggapanku di saat malam-malam ramadhan, itu hanya sebuah ajang ibadah dengan memperbanyak sholat & dzikir.. Serta berharap ganjaran pahala & mendapatkan Lailatul Qodar(setara 1000 bulan kebajikkan)
Ternyata..! Allah SWT ingin melihat bakti ketulusan, menghamba, menyembah kepadaNYA..
Senang bila malam-malam ramadhan dilalui dengan kepalaku ada dibawah, tangan mengadah keatas memohon. bersujud kepadaNYA..
Sesungguhnya itulah letak kemuliaan.. dimana ada hambaNya mau mengorbankan waktu & kesenangannya, istiqomah ibadah kepada yang Maha Mulia Robbil 'Alamiin..🙏🤲
Semoga bertambah taufik, hidayah serta iman kami..
Amin ya rabbal 'alamin..