Basmallah

Jumat, 23 November 2018

Berkaca diri

Walau jadul.. yg penting masih bisa dipakai..
Toh bermanfaat..
Kadang kenapa kita masih suka melihat casing daripada isi..
Padahal Allah SWT melihat manusia dari Taqwa/qolbu,
bukan yg lain..

Tempatkan kata-kata

Tak ada lagi kata-kata yang terucap..
Mau dikatakan apa lagi..
Semua sudah jelas tanpa di kata-kata..
Hanya kita sendiri yang mempersempit diri..
Kata-kata hanya sebagai pengingat saja..
Tanpa kata-kata harusnya sudah di mengerti..
Namun nyatanya masih diperlukan kata-kata..
Jadi apa makna dari kata-kata itu..
Hanya diri sendiri yang mengerti arti kata..
Tempatkan dimana kata-kata tersebut ada pada dirimu..

Kata-kata akan terasa sejuk, serasa sedang di siram..
Sejuk di sekujur tubuh bermandikan air..
Kata-kata bisa menjadi seperti air atau malah sebaliknya seperti api..
Semua bergantung kepada pemilik kata-kata..

Semua berawal dari rasa

Semua berawal dari rasa..
Rasa mempengaruhi jadi suka..
Walau dibendung tetap ada rasa..
Pelihara lah ketulusan & kesucian rasa..
Tak ada yang dapat merubah rasa..
Bahkan itu dapat menjadi aneka cita rasa..
Kecuali DIA sang pemilik rasa..
Hidupkan rasa selalu dalam jiwa..
Rasa cinta dan kebaikkan yang membawa..
Menuntun kepada keabadian jiwa..
Yang menjadikan kenangan bersama..
Perpisahan tak mampu meninggalkan rasa dari raga..
Hanya dengan pertolonganNya rasa bisa sirna..
Atau tetap abadi bersama selamanya..

Cinta Tulus semoga merubahnya

Apabila sudah di dasari cinta..
Hati mu tetap akan menerima..
Walaupun sudah kecewa tersakiti oleh si dia..
Karena cintamu kuat menggenggam rasa..
Sehingga engkau tak berdaya dan pasrah..
Mudah mema'afkan sekalipun dirimu tertekan dan teraniaya..
Akal tak dapat mencegah..
Hanya bersamanya, walau tersakiti tetap menerima..
Meninggalkan..melupakan.. menjadi sesuatu yang berat..

Bisa lepas dari jeratan lumpur cinta.. 
Asalkan engkau menyadari/melihat, bahwa ini takdir Allah SWT..
Berdoa memohon kepadaNya, agar cinta tulus dapat merubahnya menjadi kebajikkan..

Rabu, 14 November 2018

Kendaraan tercepat

Ketidak berdayaan dan kelemahan adalah kendaraan tercepat menuju kedekatan kepada Allah SWT..
Maka syukuri dan lakukan ketaatan kepadaNya..
Sehingga menjadi mulia ditempatkan pada makom yang tinggi..
Bersama para Aulia yang sudah teruji ketaqwaan dan istigomahnya..