Perbaikilah penampilanmu dan ubah raut muka jangan kusam dan kusut,
seakan-akan sedang memikul beban berat..
Senyum adalah sedekah paling murah dan besar pahalanya.
Sesungguhnya mereka sedang menunjuk keburukkan dirinya sendiri..
Dibuat sebagai kenangan pribadi. Awal penulisan dari tahun 2013 s/d 2026
Perbaikilah penampilanmu dan ubah raut muka jangan kusam dan kusut,
seakan-akan sedang memikul beban berat..
Senyum adalah sedekah paling murah dan besar pahalanya.
Jangan hanya ingin menjadi orang pintar saja dengan belajar ilmu,
namun yang terpenting jadilah orang benar.!
Upayakan ruhanimu dapat mengendalikan akal atau nafsu..
Jika mendapat cobaan kecil saja sudah membuat mu berkeluh kesah..
Bagaimana engkau bisa menerima HikmahNya yang besar..
Sesungguhnya banyak pelajaran dari hal tersebut..
Allah SWT memberi petunjuk, disuruh berjuang seperti Siti Hajar berlari kesana kemari
mencari air untuk nabi Ismail As..
DIA lebih mengetahuinya kebutuhan makhlukNYA..Nabi Musa As, tak mengetahui bila lautan merah akan terbelah dengan tongkatnya.. hanya berdoa memohon perlindungan dengan sungguh-sungguh dan terjadilah..
Taukah Nabi Nuh As membuat kapal jauh dari laut dan sungai.. disertai cemohan oleh kaumnya..
Saatnya tiba, dapat mengarungi dari terjangan banjir & badai..
Nabi Yusuf As tak pernah mengetahui bahwa ia akan terpisah dan berjumpa kembali dengan adik kesayangan, saudara & ayahnya nabi Daud, dan itu terjadi..
Nabi Yunus As tak mengetahui, setelah meninggalkan kaumnya akan ditelan dan berada didalam perut ikan paus, maka Ia terus menerus istighfar atas kekeliruannya dan selamat..
Nabi Ayub As kaya raya, diuji jatuh miskin, diasingkan dan sakit-sakitan..
Tetap beriman kepada Allah SWT, walau digoda iblis ditinggalkan harta, anak & istrinya..
Tata halamanmu, tata rumahmu, tata dirimu, tata pengetahuanmu.. tata imanmu..
Semoga hidup lebih bersemangat dalam mencari ridho Allah SWT..
Allah SWT memberi petunjuk, disuruh berjuang seperti Siti Hajar berlari kesana kemari mencari air untuk nabi Ismail.. DIA lebih mengetahuinya kebutuhan makhlukNYA..
Umumnya Manusia banyak keinginan dan harapan..
Berharap-harap apa yang diinginkan menjadi kenyataan..
Selalu berharap tanpa usaha, ikhtiar yang cukup..
Tentu jauh panggang dari api atau terwujudnya keinginan tersebut..
Harapan harus dibarengi usaha dan doa terus menerus..
Sekalipun sudah berusaha, belum tentu menjamin terpenuhinya harapannya..
Setidaknya dengan doa dan ikhtiar sudah merupakan ibadah sesungguhnya..
Tidak tercapainya harapan, bisa jadi adalah suatu kebaikkan..
Apa yang diinginkan belum tentu menjamin mendatangkan kebaikkan,
bahkan bisa sebaliknya mendatangkan keburukkan..
Jangan berkecil hati dan berputus asa,
Lakukan saja untuk memenuhi keinginan/harapan tersebut..
Cuaca extrem dimana-mana, mari sambung dengan meningkatkan ibadah
ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla..
berbagi kepada yang membutuhkan bantuan, terutama keluarga dekat..
Sabar, ihklas itu tak bisa di cari-cari dalam dirimu..
Bila dicari semakin jauh dari kehadirannya..
Dalam sholat juga demikian, maka lakukan saja dengan sepenuh jiwa,.
Saatnya tiba, maka akan menemukannya..
Kerinduan itu tidak ditandai oleh tawa atau senyum..
Melainkan dengan menetes air mata,
rasa yang dalam pada jiwa seakan-akan Ia hadir atau bersamanya..
Bukan pelit atau malas, bila sahabat atau handaitaulan tak memberikan jempol manis pada tulisan di FB.. Sebab itu jangan berharap, tulus itu tanpa syarat atau pamrih..
Perbuatan Kebajikkan apa saja kepada orang lain pada dasarnya untuk keberuntungan diri sendiri,Saya masih level "Riya", mengerjakan kebajikkan masih senang dipuji
dan tersembunyi rasa bangga, ujub dst.. belum sempurna dalam menghamba kepada NYA
Berbuat dholim itu bukan hanya pada orang lain saja,
Juga kepada Allah SWT namun juga pada diri sendiri..
dimana tak memenuhi kebutuhan jasmani & rohani adalah dholim pada diri..
Jangan mengatas namakan kebajikkan lalu mengorbankan si fakir menjadi menderita karnanya..
Sedikit saja tercela, maka telah menodai tujuan & menjadi sia-sia..
Membangun keluarga, berumah tangga itu bukan mengikuti ego memuaskan diri sendiri..
Melainkan saling melengkapi lebih & kekurangan pasangan agar bisa saling bahagia..
Hujan turun bukan dengan sendirinya, begitupun panas, angin berhembus dst..
maka jangan lah merusak diri melakukan hal-hal, perbuatan sia-sia,
tanpa belajar dari kejadian yang tampak bagimu tersebut..
Pada akhirnya semua akan menyadari, bahwa dengan bertambah usia, fisik pun ikut perlahan melemah..
Kebergantungan mutlak kepada Allah Azza wa Jalla, walau masih tak mengerti !?
Cari dan kenalinlah orang baik dan benar di sekitar mu, bila engkau tak menemukannya,
maka mulailah dgn diri sendiri berbuat baik & benar kepada siapa pun..