Basmallah

Jumat, 30 Oktober 2015

Berbuat kebajikkan bagaikan sedang menanam pohon berbuah manis

Berbuat kebajikkan bagaikan seseorang yang sedang menanam pohon berbuah manis enak di makan. Sementara pohon tersebut ditanam, dirawat dengan disiramkan air dan diberi pupuk agar tumbuh subur.. Pohon tersebut harus dijaga dari hama dan pengganggunya.. oleh karena itu janganlah kita merusak kebajikkan yang sudah kita tanam dengan baik dan penuh perhatian.. ibaratnya bagaikan tanaman yang sedang tumbuh subur oleh karena keburukkan, kita tebang atau rusakkin sehingga tanaman pohon belum sampai waktu berbuah sudah mati atau gagal berbuah dan kita tidak bisa menikmatinya..
Semoga kita semua tidak seperti orang yang sedang menanam pohon tersebut. Dimana pohon ditanam dan dirusakkin sendiri.. akhirnya tidak mendapatkan apa-apa..

Sabtu, 03 Oktober 2015

Mengambil hikmah dari apa saja yang terjadi..

Janganlah memandang suatu musibah/penyakit/kesulitan/bencana/dst.. adalah ajab/hukuman Allah SWT. Pikiran/penilaian manusia salah/keliru..karena penilaiannya hanya sebatas apa yang diketahuinya saja.. lihatlah contoh-contoh sejarah para sahabat dan nabi bagaimana kehidupan dan akhir dari kehidupan mereka.. suatu musibah didatangkan kepada manusia, agar manusia bisa berfikir dan dengan rohaninya..agar bisa mengambil hikmah atau pelajaran dari kejadian yang dikehendakiNYA..Ampunilah kami yang bodoh ini.. Subhanallah..Allahu Akbar..

Kesadaran manusia untuk mencapai kepadaNYA

Kesadaran manusia tidak datang begitu saja, harus ada dasar iman/keyakinan kepadaNYA yang dasari oleh :
- Ilmu yakin..
  (dengan belajar/menuntut ilmu seseorang menjadi tau/mengerti/paham/yakin kepada Allah SWT).
- Ainul yakin..
  (dengan melihat kejadian kejadian, alam semesta, dirinya dan lingkungan seseorang menjadi tau/mengerti/paham dan akhirnya yakin bahwa sesungguhnya ada yang mengatur/menciptakan/ mengurusi semua)
- Haqul yakin..
  (dengan ilmu dan ainul, maka sdh automatis yakin kepada semua yg... ada, baik dirinya, lingkungan, alam semesta dan isinya, bahwa sesungguhnya ada yg maha segalaNYA.
 

Keyakinan tersebut adalah hidayah dari Allah SWT, diupayakan dengan menuntut ilmu, dengan membersih hati/jiwa, sehingga bisa melihat dan mengakui kebesaran Allah SWT.
Selain itu melalui terpaan dengan diberikan berupa kesenangan dan kesulitan hidup, agar manusia dapat mengerti dan memahami hakekatnya. sehingga terkuak rahasia(sir) yang dikehendakiNYA. itupun lahaulawalakuata illabillahilaliyil azim..

Melihat Perbedaan

Semakin kita bisa melihat perbedaan..semakin kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan pada orang lain..semakin kita mengetahui kebaikkan dan keburukkan orang lain..itu hakekatnya DIA yang Maha Besar sedang menunjukkan kepada kita, bahwa sesungguhnya pengetahuan tersebut ditujukkan kepada kita agar kita bisa mengerti, memahami dan melakukan yang dikehendakiNYA yaitu perbuatan terpuji..bukan sebaliknya menyalahkan..merendahkan..menghujat.. menghukum..dst.. seharusnya dengan pengetahuan tersebut kita lebih sabar..menyanyangi..mendoakan..tidak melakukan hal yg sama..sehingga terasa damai dihati/qolbu.. Semoga Allah SWT tidak membutakan hati kita semua..amin yra..