Renungkan..
Bagaimana bila tidak ada air..
Bagaimana bila tidak ada hujan..
Bagaimana bila tidak ada hewan..
Bagaimana bila tidak ada tumbuh-tumbuhan.....
Bagaimana bila tidak ada matahari..
Bagaimana bila tidak ada sakit..
Bagaimana bila tidak ada kesedihan..
Bagaimana bila tidak ada kesulitan..
Bagaimana bila tidak ada lagi penderitaan.. Dst..
Tentu manusia tidak akan merasakan nikmat.. nikmat itu seperti orang yang berpuasa atau tidak makan/minum, terus ketemu makanan/minuman..
(Baca: Nikmat itu dari tidak ada menjadi ada,terpenuhi dan dari ada menjadi tidak ada, hilang/lenyap)
Kebergantungan manusia kepada Sang Pencipta sangatlah mutlak, namun apabila manusia masih saja lalai.. malas.. atau ingkar.. menganggap itu semua adalah kemampuan/usahanya sendiri.. maka sungguh dia dalam kesombongan yang nyata.. tidak bersyukur(kufur nikmat) dengan apa yang ada.. atas rahmatNYA kepada manusia.. Semoga kita dapat memanfaatkan puasa ramadhan untuk berbenah/memperbaiki iman/kenyakinan kepada NYA.. Amin ya Rabbal 'Alamin..
Bagaimana bila tidak ada air..
Bagaimana bila tidak ada hujan..
Bagaimana bila tidak ada hewan..
Bagaimana bila tidak ada tumbuh-tumbuhan.....
Bagaimana bila tidak ada matahari..
Bagaimana bila tidak ada sakit..
Bagaimana bila tidak ada kesedihan..
Bagaimana bila tidak ada kesulitan..
Bagaimana bila tidak ada lagi penderitaan.. Dst..
Tentu manusia tidak akan merasakan nikmat.. nikmat itu seperti orang yang berpuasa atau tidak makan/minum, terus ketemu makanan/minuman..
(Baca: Nikmat itu dari tidak ada menjadi ada,terpenuhi dan dari ada menjadi tidak ada, hilang/lenyap)
Kebergantungan manusia kepada Sang Pencipta sangatlah mutlak, namun apabila manusia masih saja lalai.. malas.. atau ingkar.. menganggap itu semua adalah kemampuan/usahanya sendiri.. maka sungguh dia dalam kesombongan yang nyata.. tidak bersyukur(kufur nikmat) dengan apa yang ada.. atas rahmatNYA kepada manusia.. Semoga kita dapat memanfaatkan puasa ramadhan untuk berbenah/memperbaiki iman/kenyakinan kepada NYA.. Amin ya Rabbal 'Alamin..